Sains “Pemanasan global”

 

Pemanasan global disebut sebagai ancaman terbesar bagi umat manusia, dan ancaman lingkungan terbesar di dunia.Komunitas ilmuan yakin kalau pemanasan global itu nyata dan manusialah yang patut dipersalahkan. Aktifitas manusia melepaskan gas rumah kaca dan mencegah panas keluar dari atmosfir bumi. Ilmuan melaporkan kalau fenomena ini akan meningkatkan bencana alam yang sangat dashyat, seperti kemarau, banjir, badai, kenaikan level air laut yang semakin sering dan intens, dan serangan penyakit. Ilmuan juga memperingatkan pemanasan global mengancam hidup dari jutaan manusia dan juga hewan – hewan. Banyak orang – orang yang merasa bertanggung jawab mencoba untuk mengurangi pemanasan global dengan mengendarai mobil dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, dan menggunakan lampu pijar yang hemat energi. Meskipun ini semua bisa membantu, ilmuan menunjukkan dengan menjadi vegetarian mungkin merupakan cara yang paling efektif melawan pemanasan global.

 

Tahun 2006, PBB melaporkan mengembangbiakkan hewan untuk makanan menghasilkan lebih banyak gas rumah kaca dibandingan gabungan gas yang dihasilkan mobil dan truk diseluruh dunia.Pejabat senior UNESCO Henning Steinfeld melaporkan kalau industri daging adalah salah satu kontributor yang paling berperan dalam masalah lingkungan hidup yang serius saat ini.

 

Karbondioksida, metana, nitrous oxide adalah penyebab terbesar pemanasan global. Mengembangbiakan hewan ternak untuk makanan adalah salah satu sumber karbondioksisa terbesar dan sumber emisi metana dan nitrous oxide.

 

Karbondioksida : pembakaran bahan bakar fosil ( seperti minyak dan bensin ) menghasilkan karbondioksida, gas primer yang bertanggung jawab pada pemanasan global.Untuk menghasilkan satu kalori protein hewani, menghabiskan 10 kali lebih banyak input bahan bakar fosil., melepaskan 10 kali lebih banyak karbondioksida dibandingkan untuk manghasilkan satu kalori kalori nabati. Memberi legum dan air dalam jumlah besar untuk makanan hewan ternak , kemudian membunuh mereka, memproses, mengirim dan menyimpan daging mereka sangat menghabiskan energi. Sebagai tambahan, Karbondiosida dalam jumlah besar yang terdapat dalam pohon dilepaskan selama pengrusakan hutan besar – besaran untuk menyediakan padang rumput untuk ternak dan lahan pertanian untuk menanam legum untuk makanan ternak. Yang paling parah, pupuk hewan juga melepaskan karbondioksida dalam jumlah besar.

 

Anda bisa menukar mobil biasa dengan Toyota Prius hybrid dan dengan melakukannya , anda bisa mencegah 1 ton karbondioksida memasuki atmosfir setiap tahun, tetapi menurut Universitas Chicago, menjadi vegan lebih efektif dalam melawan pemanasan global, menjadi vegan bisa mencegah karbondioksida kurang lebih 2,5 ton memasuki atmosfir dibandingkan dengan pemakan daging. Perhitungannya sangat sederhana : Anda menghabiskan lebih dari $20.000 untuk membeli Prius dan masih mengeluarkan lebih dari 50% karbondioksida dibandingkan dengan anda menyerah untuk makan daging dan produk hewani lainnya.

 

Metana : Milyaran ayam, kalkun, babi, dan sapi yang dijejalkan kedalam pabrik peternakan setiap tahun di Amerika Serikat menghasilkan metana dalam jumlah yang sangat besar, bersama dengan tangki limbah yang berisi tinja hewan. Ilmuan melaporkan bahwa setiap pon metana yang dihasilkan lebih efektif 20 kali lipat dibandingkan karbondioksida dalam menyimpan panas di atmosfir. EPA ( Badan Perlindungan Lingkungan ) menunjukkan peternakan hewan adalah penghasil emisi metana tunggal terbesar di Amerika Serikat.

 

Nitrous Oxide : Nitrous Oxide berpotensi 300 kali lipat dari pada karbondioksida sebagai penyebab pemanasan global. Menurut perhitungan Perserikatan Bangsa Bangsa, 65 % emisi notrius Oxide dihasilkan dari daging, telur dan produk hewani

About these ads